Pengurus

MASA BAKTI 2014 - 2019
DEWAN PENASEHAT: Ketua: Prof. Dr. I.O. Marsis, Sp.OG (K) (President Elect). Anggota: Prof. DR. Dr. F. A. Moeloek, Sp.OG (K), Prof. DR. Dr. A. Djojosugito, Sp.B, MHA, Dr. Merdias Almatsier, Sp.S (K), DR. Dr. Fachmi Idris, M. Kes, Dr. H. Kartono Muhamad, Dr. H. Abdullah Cholil, MPH
BADAN PENGAWAS: Ketua: Dr. Prijo Sidipratomo, Sp.Rad (Ketua Purna). Sekretaris: Dr. Nurhidayat Pua Upa, MARS. Anggota: Dr. Gatot Soetono.MPH, Dr. Dyah Waluyo
PENGURUS: Ketua: Dr. Kadarsyah, MS. Sekretaris: Dr. Daeng M. Faqih, MH, Bendahara: Dr. Nusye E. Zamsiar, MS, Sp.OK.

GENERAL MANAGER: Dr. Dien Kurtanty, MKM
UNIT USAHA: Digital Radiography System, Hello Doctor, Managed Care Administrator, Pelatihan Keterampilan Klinis, Primstar Medika


Primkop-IDI adalah Badan Khusus Ikatan Dokter Indonesia(IDI) tercantum dalam ART IDI Bab II Pasal 50. Didirikan pada tanggal 11 Mei 2001 dengan SK Meneg Koperasi dan UKM No. 98/BH/MENEG/V/2001 adalah badan hukum yang menjalankan usahanya berdasarkan prinsip universal koperasi bagi seluruh Anggota Ikatan Dokter Indonesia yang berjumlah 113.000 dokter.

Selasa, 18 November 2014

Mohon bantu menyebarkan ...


Senin, 17 November 2014

Unit Usaha Pelayanan Kesehatan Primkop-IDI


Apakah kita sanggup membayar dokter dengan tinggi?

  1. Untuk mencapai layanan sekualitas Singapore perlu prinsip "1 dokter 1 tempat praktik".
  2. Imbal jasa bulanan sangat baik, bukan konsep "sopir angkot" yang pendapatannya tergantung banyak sedikitnya penumpang.Flat.
  3. Tugas dokter 2 saja: 1. Merawat pasien full timer. 2. Meningkatkan ilmu/kemampuan/kompetensi teknik/skill. Fokus. Fokus. Fokus.
  4. Setiap tahun secara nasional keluar total biaya kesehatan Rp 340 trilyun.
  5. Bila 1 dokter digaji bulanan Rp 30 juta, untuk 100.000 dokter, keluar uang Rp 36 trilyun/tahun
  6. Atau hanya perlu 10% saja untuk menghasilkan mutu pelayanan sekelas Singapore.

The Caring Physician

  1. Dokter Indonesia kemampuannya sama dengan dokter di Singapore, Korea dan lain2 negara.
  2. Peralatan cukup canggih menyamai negara maju
  3. Akreditasi mulai nasional maupun internasional (JCI).
  4. Yang perlu adalah fokus terhadap pasien yaitu aturan "1 dokter 1 tempat praktik".
  5. Dokter adalah manusia biasa, 40 jam/minggu waktu kerjanya.
  6. Mengapa praktik di banyak tempat praktik (3)?  Karena imbal jasa tidak memadai untuk hidup dengan standar yang wajar sebagai dokter  dan aturannya memungkinkan 
  7. Berikan imbal jasa dokter dengan sangat baik.
  8. Kekurangan dokter spesialis dapat dengan menambah kompetensi dokter umum (ada 100.000 lebih yang tersedia, aset nasional luar biasa, jangan di-sia2kan) di bidang bedah atau non-bedah dengan pelatihan durasi 6 bulan di dalam maupun di luar negeri. 
  9. Kompetensi tambahan tergantung pola penyakit di rumah sakit/daerah tersebut.
  10. Maksimalkan peran telemedicine dan  internet.
  11. Bila Primkop-IDI mendirikan rumah sakit maka prinsip physician caring akan diterapkan "1 dokter 1 tempat praktik".
  12. Itu beda prinsip antara praktik dokter di negara tujuan "medical tourism" (Singapore, Malaysia) dengan Indonesia. 
  13. Bila tidak berubah tetap layanan kesehatan kita "mediocre" orang akan tertarik berobat ke luar negeri bila ada kesempatan/mampu.
  14. Devisa negara milyaran dolar akan terus mengalir keluar negeri.
  15. Layanan kesehatan kita tidak akan baik karena kurangnya prinsip "caring physician", dokter yang mencurahkan 100% waktu dan kemampuannya pada pasien yang dirawatnya hanya di suatu tempat (rumah sakit/klinik/puskesmas). Satu tempat saja.


Minggu, 16 November 2014

Satu Dokter Satu Tempat Praktik


Jumat, 14 November 2014

ATM Kesehatan (1 dari 10)