Pengurus

BERDIRI 11 MEI 2001
2001-2009 Ketua: Prof. DR. Dr. M. Ahmad Djojosugito, MHA. 2009-2014 Ketua: Dr. Kadarsyah, MS. 2014-2019 Ketua: Dr. Kadarsyah, MS

MASA BAKTI 2014 - 2019
DEWAN PENASEHAT: Ketua: Prof. Dr. I.O. Marsis, Sp.OG (K) (President Elect). Anggota: Prof. DR. Dr. F. A. Moeloek, Sp.OG (K), Prof. DR. Dr. A. Djojosugito, Sp.B, MHA, Dr. Merdias Almatsier, Sp.S (K), DR. Dr. Fachmi Idris, M. Kes, Dr. H. Kartono Muhamad, Dr. H. Abdullah Cholil, MPH
BADAN PENGAWAS: Ketua: Dr. Prijo Sidipratomo, Sp.Rad (Ketua Purna). Sekretaris: Dr. Nurhidayat Pua Upa, MARS. Anggota: Dr. Gatot Soetono.MPH, Dr. Dyah Waluyo
PENGURUS: Ketua: Dr. Kadarsyah, MS. Sekretaris: Dr. Daeng M. Faqih, MH, Bendahara: Dr. Nusye E. Zamsiar, MS, Sp.OK.

GENERAL MANAGER: Dr. Dien Kurtanty, MKM
UNIT USAHA: Digital Radiography System, Hello Doctor, Managed Care Administrator, Pelatihan Keterampilan Klinis, Primstar Medika


Primkop-IDI adalah Badan Khusus Ikatan Dokter Indonesia(IDI) tercantum dalam ART IDI Bab II Pasal 50. Didirikan pada tanggal 11 Mei 2001 dengan SK Meneg Koperasi dan UKM No. 98/BH/MENEG/V/2001 adalah badan hukum yang menjalankan usahanya berdasarkan prinsip universal koperasi bagi seluruh Anggota Ikatan Dokter Indonesia yang berjumlah 113.000 dokter.

Minggu, 07 Desember 2014

Jumat, 05 Desember 2014

Continuum of Care membutuhkan Continuum of Personal Health Record (mutlak perlu teknologi informasi)


Surat Terbuka untuk Pak Ahok

Rakyat DKI lebih bahagia, sehat, produktif dan berbiaya murah



Yth. Pak Ahok,

Cara menurunkan biaya kesehatan adalah menerapkan preventif berbasis data kesehatan (teknologi informasi) bukan kuratif yang seperti selama ini digembar-gemborkan. Semua rakyat Jakarta mempunyai data kesehatan sejak lahir sampai meninggal (From womb to tomb) dan tercatat secara digital dalam suatu sistem. Koperasi IDI dan BUMN PT Inti telah membuatnya.

Dengan berbasis data maka kita dapat membuat kelompok risiko dan kita lakukan intervensi, misalnya penyuluhan terfokus pada kelompok risiko (bukan seperti sekarang, penyuluhan generik, hambur2 uang bikin penyuluhan, poster, iklan secara umum tidak terfokus pada kelompok risiko).

Caranya sederhana: semua pauskesmas dan dokter praktik (layanan primer) diharuskan mengampu masyarakat sekitarnya (3.000 rakyat), semua diperiksa, diskrining sederhana, dan database kesehatannya masuk ke sistem, ID nya pakai e-KTP simple, sederhana, tak perlu buat kartu baru, dari database kita profiling (cluster risiko). Ada sekian orang yang kolesterol, sekian yang hipertensi, bakalan stroke, bakal sakit jantung, kanker, diabetes dalam 10-20 tahun ke depan. Kemudian langsung intervensi, hidup sehat, cuci tangan, tidak merokok, makan sayur/buah, KB, vaksinasi, periksa pap smear, olahraga/fun-bike, gym. Semua rakyat dirawat persis mobil dirawat di Auto2000, bukan sudah tabrakan dibawa ke bengkel.

Semua hal ini silakan dibaca di www.primkopidi.com Bila Pak Ahok tertarik, kami siap memaparkannya. Kami sudah melaksanakan dalam skala kecil.

Rakyat DKI akan lebih bahagia, sehat dan produktif. Bagi Pemerintah pun berbiaya murah, bisa menurunkan biaya kesehatan 50% dalam 5 tahun. Kalau hanya di hilir (pengobatan) biaya terus naik ber-darah2, mulailah di hulu (preventif terfokus berbasis teknologi informasi).

Salam,
Dr. Kadarsyah
0878 211 56317

Kamis, 04 Desember 2014

ATM Kesehatan in the Malls


Rabu, 03 Desember 2014

Lansia Tangguh dan ATM Kesehatan

Penduduk lanjut usia Indonesia
2010:
  • Jumlah lansia: 18 juta
  • Jumlah penduduk: 237,6 jutasia: 84 juta
  • Persentase lansia: 7,6%
2050:
  • Jumlah lansia: 84 juta
  • Jumlah penduduk: 293 juta
  • Persentase lansia: 28,7%
Struktur umur lansia Indonesia 2010:
  • 60-69 tahun: 10,8 juta
  • 70-79 tahun: 5,4 juta
  • Di atas 80 tahun: 1,9 juta
Lansia yang tangguh, sehat, mampu mengurus diri sendiri, layak, bermartabat dan tetap produktif, tidak membebani ekonomi keluarga dapat dicapai dengan pemeliharaan kesehatan yang teratur sepanjang hayat. Instrumennya sekarang tersedia melalui ATM Kesehatan, yaitu:
 
  • Menjamin pemeliharaan kesehatan sepanjang hayat “from womb to tomb”
  • Skrining/Health Risk Assessment dalam setiap periode kehidupan terekam kontinyu secara digital  
  • Preventif berbasis teknologi informasi dan direkam sepanjang hayat: kehamilanbalitamasa sekolahremajabekerja/reproduktiflansia


Minggu, 30 November 2014

Jaringan Profesi Kesehatan - Tulang Punggung KIS